jump to navigation

Paradoks Desember 14, 2009

Posted by brightmagician in uncatagory.
trackback

Apa sih kalimat paradoks itu?

Ada satu kalimat yang jelas benar-salahnya, tapi saat kalimat ini digabungkan dengan kalimat yg lain, yg sama2 jelas benar-salahnya, ternyata muncul suatu pertentangan (kontradiksi) atau suatu kesimpulan yg gak masuk akal. Nah, kira2 kaya gitulah paradoks.

Meskipun logika perlu kita gunakan saat menghadapi berbagai persoalan dalam hidup, ketika kita menghadapi paradoks, kita perlu lebih cerdik lagi dalam memanfaatkan kemampuan berlogika kita. Kebanyakan paradoks memang muncul karena kepandaian manusia sendiri bermain2 dengan keterbatasan bahasa, simbol2, dan logika..

Contoh2 kalimat paradoks

jgn pada bingung ye

SAYA SEDANG BERBOHONG

Yuda bilang : “Saya sedang berbohong!” Kalo apa yg Yuda katakan benar, maka ia sedang berbohong. Tapi kan kalo dia bohong itu arti nya apa yg dia katakan tidak benar?

Kalimat serupa adalah :

‘Kata Bambang, laki2 itu pembohong’

Sedangkan si bambang itu laki2. Kalo bambang laki2 berarti dia sedang bebohong. Kalo dia lagi bohong berarti laki2 bukan pembohong. Kalo laki2 bukan pembohong, berarti bambang gak bohong. Kalo bambang gak bohong, laki2 pembohong dong, lho kok bertentangan?

KAMU JANGAN MENGHAKIMI

Waktu kita bilang ‘Janganlah kita saling menghakimi’ bukankah kita sedang menghakimi orang? “ Ih, tau gak sih, si Doni kalo ngomong suka menghakimi orang lain deh!” kata Sari. Padahal si Sari lagi menghakimi Doni, hehehe. Tul gak?

KALIMAT INI SALAH

“Kalimat ini salah.” Nah, coba pikir kalimat tersebut benar atau salah? Kalo kalimat itu benar, seharusnya kalimat tersebut mengandung kebenaran. Tetapi kalimat sendiri menegaskan bahwa kalimat tersebut salah. Jadi kalimat tersebut benar atau salah?

JANGAN MELARANG

“Tidak boleh melarang, berilah kebebasan buat orang lain” Sebenernya itu kalimat paradoks. Katanya jangan melarang orang lain, kok sendirinya malah melarang orang lain?

PARADOKS KEBEBASAN

Yg namanya kebebasan itu sebenernya ga ada atau paradoks. Buktinya, misal ada satu prinsip : “Manusia mempunyai kebebasan untuk berbuat menurut kehendak”

Konsekuen logika nya ialah : “Siapa saja bebas menghapuskan prinsip kebebasan tersebut “

DI DUNIA INI TIDAK ADA YANG PASTI

“Di dunia ini tidak ada yg pasti” adalah pandangan aliran Pyrrhonisme yg meragukan segala hal. Untuk membuktikan bahwa pernyataaan ini adalah sebuah paradoks, tanya aja sama dia. “ Apa kamu yakin bahwa di dunia gak ada yg pasti?” Kalol dia jawab “Saya yakin bahwa di dunia ini tidak ada yg pasti.”

Itu arti nya ia sendiri sedang menentang keyakinannya! Seseorang yg menjadikan keraguan pada semua hal di dalam hidup ini sebagai prinsip hidup nya, bukankah ia juga akan meraukan keraguannya sendiri?

TIDAK ADA YANG TAU KEBENARAN HAKIKI KECUALI TUHAN

Pasti pernah dong denger kalimat ini : “Tidak ada yg tau kebenaran hakiki, kecuali Tuhan” Buat ngebuktiin ini paradoks, coba tanya “Apa benar yg tau kebenaran hakiki itu cuma Tuhan?” , kalo jawaban nya ‘Ya’ maka terjadi pertentangan. Kok dia sendiri tau kalo yg tau itu cuman Tuhan? Kata nya yg tau cuman Tuhan!

PARADOKS ‘MAHAKUASA’

Kalo Tuhan maha kuasa, arti nya Ia bisa menciptakan sebongkah batu yg sangaaaaaatttt besar dan berat sampai2 Ia sendiri gak bisa mengangkatnya.”

Hmmmmmm… kalo Tuhan sendiri gak bisa ngangkat batu itu, berarti Tuhan ga mahakuasa dong? Kata ‘mahakuasa’ adalah kata yg tidak mugkin dan misteri bagi manusia, gak masuk pikiran dan logika. Tak terselami. Makanya, kata ‘mahakuasa’ itu adalah paradoks bagi otak manusia yg terbatas.

PARADOKS ‘MAINAN YANG SAMA?’

Banyak jg paradoks yg sifatnya filosofis, tetapi juga dapat diterapkan di dunia nyata. Kalo kamu punya mainan sederhana yg terdiri dari empat bagian : kepala, tangan, kaki, dan badan. Suatu kali kamu mengganti kepalanya dengan yang baru. Dua bulan kemudian, giliran tangan dan kaki nya kamu ganti. Abis itu bagian badan nya juga kamu ganti. Nah, skrg, apakah mainan yg kamu pny dulu dan yg sekarang adalah mainan yg sama?

PARADOKS ‘MESIN WAKTU’

Andaikan mesin waktu sudah ditemukan, lalu kamu pergi ke masa lalu dan ketemu dengan kamu yg masih bayi. Kemudian kamu membunuh bayi itu. Hmmmmm….. mungkin gak ya? Kalo bayi itu mati berarti dia gak bisa tumbuh dewasa dan masuk ke mesin waktu dong? Kalo gak masuk mesin waktu berarti gak ada yg membunuh dong? Ehm… pusing ya?

Memang begitulah ….. paradoks ini jika kamu runtut malah bakal menjadi suatu lingkaran setan yg gak bakal bisa di putusin. Gilanya, paradoks ini udah ada padahal mesin waktu aja sampe skrg belum ditemukan!

Paradoks serupa adalah kayak gini..

Gimana kalo seorang berangkat ke masa depan kemudian mengambil sebuah teori yg sudah terbukti pada jurnal X dari masa depan dan membawa pulang ke masa dia sendiri dimana teori itu belum dicetuskan kemudian mengajarkan pada salah satu murid. Kelak ketika murid nya dewasa, dia akan menuliskan jurnal X tersebut yg berisikan teori yg diajarkan oleh gurunya. Permasalahan nya, dari mana asal teori tersebut? Siapa yg menemukannya? Yg pasti bukan gurunya, karena ia mengambil dari masa depan dan juga bukan murid nya karena teori itu diajarkan oleh gurunya.

PARADOKS ZENO

Pardoks Zeno merupakan sebuah paradoks yang terkenal dalam sejarah Yunani dan juga matematika. Achilles dan kura-kura ini salah satu dari 8 paradoks Zeno yang paling terkenal. Paradoks Achilles dan kura-kura kira-kira seperti ini :

sumber:
kaskus.us

Pelari tercepat (A) tidak akan bisa mendahului pelari yang lebih lambat (B).

Hal ini terjadi karena A harus berada pada titik B mula-mula, sementara B sudah meninggalkan (berada di depan) titik tersebut.

Zeno menganalogikan paradoks ini dengan membayangkan lomba lari Achilles dan seekor kura-kura. Keduanya dianggap lari dengan kecepatan konstan dan kura-kura udah tentu jauh lebih lambat. Untuk itu, si kura-kura dikasih keuntungan dengan start awal di depan, katakanlah 100 meter. Ketika lomba sudah dimulai, Achilles akan mencapai titik 100 m (titik di mana kura-kura mula-mula). Tetapi si kura ini juga pasti sudah melangkah maju, jauh lebih lambat memang, katakanlah dia baru melangkah 10 meter. Beberapa saat kemudian Achilles berada di titik 110 m, tapi si kura lagi-lagi udah melangkah maju. Demikian seterusnya, setiap kali Achilles berada pada titik di mana kura-kura tadinya berada, si kura-kura sudah melangkah maju.

Artinya, Achilles, secepat apa pun dia berlari ngga akan bisa mendahului kura-kura selambat apa pun kura2 melangkah.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: